Sabtu, 29 Juni 2013

Indahnya berpuasa di bulan ramadhan



Ini hanya tulisan sangat sederhana yang saya tulis tentang indahnya berpuasa di bulan Ramadhan. Jadi sebelumnya saya mohon maaf kalau belum mampu menuliskan dengan ulasan-ulasan berat & kata-kata yang indah. 

Kemarin ketika saya mengikuti tauziah di sekolah anak-anak saya. Ibu ustadzah mengatakan kalau berpuasa di Indonesia itu sebetulnya paling nikmat & paling mudah..

  1. Kita bukan Negara konflik
    Yah walaupun kalau nonton media kayaknya Negara kita seperti ada aja masalahnya tapi yang di maksud disini adalah kita masih bisa menikmati ibadah kita dengan nikmat. Coba bayangkan bagaimana perasaan kita kalau jadi muslim Rohingya di Myanmar sana? Sementara saat ini kita semua harus menjalankan ibadah berpuasa pula

  2. Islam adalah agama mayoritas di Indonesia
    Yang namanya menjalankan sesuatu secara bersama-sama pastinya lebih nikmat kan? Apalagi agama islam menjadi agama mayoritas warga Indonesia. Jadi ramai-ramai kita menahan segala macam godaan. Bayangkan kalo kita tinggal di Negara yang minoritas umat muslimnya. Godaan pada saat berpuasa tentunya akan lebih hebat, sementara kita harus menjalankannya bisa jadi hanya sendirian atau segelintir saja

  3. Waktu berpuasa di Indonesia relative sama setiap tahunnya
    Waktu jaman kita kecil waktu berpuasa itu berapa lama sih, sekitar 12 jam-an kan? Sampai sekarang pun begitu. Relatif sama dari tahun ke tahun. Tapi bagaimana dengan saudara-saudara kita yang berpuasa di negeri orang yang pada saat musim panasnya lebih panjang? Di Amerika misalnya. Udah di sana jadi minoritas, jam berpuasanya lebih panjang pula

Photo karya Didindan

Jadi betul kata Bu Ustadzah, berpuasa di Indonesia memang sangat menguntungkan & paling nikmat. Belum lagi kalau di tambahkan dengan cerita segala macam hidangan khas di bulan ramadhan ya.

Untuk kita yang dewasa  tidak ada alasan lagi untuk masih bermalas-malasan menjalankan ibadah puasa. Segala kemudahan & kenikmatannya sudah kita dapat kok. Sekarang tinggal kita belajar menahan lapar-dahaga malah harusnya hawa nafsunya juga di tahan serta memperbanyak ibadah. Syukur-syukur kalau berhasil bukan hanya bisa menahan segala godaan di bulan Ramadhan juga tapi selanjutnya di bulan-bulan berikutnya. Amin. *sebuah renungan juga buat saya

0 komentar:

Poskan Komentar